Senin, 16 September 2013


Nanti Malam Debat Kandidat

Tuesday, 26 Jun 2012 | 07:20:21 WIB
TASIK, (KP).-
Setelah semua pasangan calon mengakhiri kampanye pertamanya sejak Sabtu (23/6) hingga kemarin Senin (25/6), dan sebelum menginjak pada kampanye keduanya, KPU Kota Tasikmalaya akan menggelar debat kandidat calon di Ball Room Santika Hotel, Jalan Yudanegara, Selasa (26/6) malam nanti.
Dalam debat kandidat itu, semua pasangan calon (paslon) Wali Kota dan
Wakil Wali Kota akan menyampaikan visi misinya masing - masing dengan membawa satu isu program selama 15 menit.
Debat kandidat ini akan menghadirkan Rektor Universitas Siliwangi, Prof. Dr. Kartawan sebagai panelis bidang ekonomi, Dr. Ani dari STIA sebagai panelis bidang pemerintahan serta Praktisi Sosial Budaya, Asep M Tamam. Acara Debat Kandidat ini akan dipandu oleh Moderator, H. Undang Sudrajat dari Pikiran
Rakyat.
Ketua KPU Kota Tasikmalaya, H. Cholis Muchlis, M.Pd memaparkan, semua paslon akan ditanya ketiga panelis terkait berbagai permasalahan di Kota Tasikmalaya dengan pertanyaan berbeda melalui soal dalam amplop.
"Pertanyaan tidak akan sama, karena sesuai pilihan dari soal dalam amplop. Nanti KPU akan mengundinya," terang Cholis.
Selain pertanyaan, KPU juga menyediakan testimoni dalam bentuk permasalahan sosial, ekonomi, budaya dan pendidikan, dimana setiap paslon diwajibkan memberi tanggapan permasalahan dimaksud sekaligus dengan solusinya. "Metode debat kita bagi tiga, satu pemaparan dulu oleh paslon, kedua ditanya panelis, dan ketiga setiap paslon saling bertanya antar paslon" jelasnya.
Agar debat kandidat nanti malam berjalan dengan lancar, Cholis menghimbau semua paslon untuk hadir 15 menit sebelumnya karena yang melebihi jadwal pukul 19. 30 tidak akan diperbolehkan menjadi peserta tetapi sebagai penonton. "Siapapun calonnya, kalau terlambat tidak boleh menjadi peserta debat," tegas Cholis.
Cholis pun mengingatkan kepada paslon untuk membawa barang atau produk khas Kota Tasikmalaya karena barang atau produk tersebut akan menjadi simbol pemberdayaan ekonomi kecil menengah sesuai visi misi calon.
Tak hanya membawa barang khas Kota Tasik, cinderamata pun harus dibawa untuk diberikan sebagai hadiah kepada setiap calon sehingga tidak ada kesan kawan dan lawan, tapi makna saling berbagi dalam momentum debat tersebut.
"Insya Allah, 400 undagan akan hadir, dan bagi masyarakat disediakan layar lebar di depan Hotel sehingga siapapun bisa menyaksikan jalannya debat kandidata tersebut," ujar Cholis.

Ujian psikologis
Di lain pihak, pelaksanaan Debat Kandidat yang akan dihelat pada Selasa malam nanti dianggap menjadi arena menguji mental dan psikologis bagi masing-masing kandidat.
Apalagi sesi pertanyaan silang dimana masing-masing kandidat akan saling memberi pertanyaan dan menjawab pertanyaan pada kandidat lain akan menjadi parameter dalam mengukur sejauhmana wawasan dan kemampuan para kandidat dalam memecahkan masalah.
"Ajang debat kandidat ini akan menjadi sebuah arena menunjukan kecakapan para calon pemimpin. Pada acara itu nanti akan terlihat mana calon yang cakap dan gagap ketika menjawab persoalan," ungkap Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Asep Ruhendi dan Ketua DPC PAN Kecamatan Cipedes, Erif Budiman.
Dalam acara itu pun, Asep maupun Erif mengaku sangat optimistis jika calon wali kota dan wakil wali kota dari Koalisi Nasib Peduli Umat (KPNU) yakni H. Syarif Hidayat dan H. Cecep Bagja Gunawan bisa leading mengungguli para kompetitornya.
Pasalnya, kapabilitas yang dimiliki kandidat berjargon "bekerja dengan Pengalaman" itu sudah mengetahui seluk beluk persoalan yang masih menghimpit kota ini. "Apalagi mental bertarung pak Syarif sudah tidak diragukan lagi," tegas Asep.
Memang tambah Asep akan banyak kemungkinan "serangan" yang dilancarkan pasangan lain, terutama dari sisi implementasi program selama dipimpin H. Syarif pada periode kepemimpinan tahun 2007-2012 ini.
"Sebagai incumbent tentu akan banyak kemungkinan serangan menghadang, tetapi kami yakin hal itu tidak akan menjadi masalah berarti dan duet sabagja bisa mengatasinya. Justru dengan serangan-serangan terhadap program pemerintah yang belum rampung malah akan menunjukan kemampuan duet Sabagja yang sebenarnya," katanya.
Untuk itu, debat kandidat nanti diharapkan menjadi perhatian sekaligus pertimbangan bagi para pemilik hak suara sebelum menentukan pilihan. "Nu cakap dan gagap pasti katingali dan masyarakat harus rasional dengan memilih yang paling cakap," timpal Erif.
Pada kesempatan berbeda salah seorang panelis yang telah ditunjuk pada debat kandidat itu yakni Asep M. Tamam menyebut jika sesi pertanyaan silang akan mewarnai acara yang dihelat di Hotel Santika itu.
"Namun apakah pertanyaan silang itu disiapkan kandidat, saya belum tahu pasti," ungkap Asep seusai melakukan pertemuan dengan tim panelis lain di Ruang Rektorat Unsil, Senin kemarin.
Selain Asep yang kebagian materi soal sosial keagamaan, rektor Unsil Prof. Dr.H. Kartawan dan Dr.Ani Heryani masing-masing akan mengupas kemampuan para calon dari sisi ekonomi dan kebijakan publik. "Ini saya nilai akan menjadi ujian psikologis bagi para kandidat," ujar Asep. E-10/E-48***

Sabtu, 18 Juni 2011

CALO-CALO ANGGARAN DI DPR

'Wakil Rakyat' Penjaja Anggaran

DUA pria itu bersua di satu restoran, lantai tiga Plaza Senayan, Jakarta. Pria pertama Jefferson Soleiman Montesqieu Rumajar, Wali Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Lelaki lainnya Setya Novanto, Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat. Berjabat tangan, lalu saling menanyakan kabar, keduanya kemudian duduk di tempat kosong restoran itu.

Malam itu, Oktober 2009, menurut sumber yang mengetahui pertemuan tersebut, Setya bertanya, "Mau ikutan dengan grup kami?" Yang ditanya menjawab mantap, "Bisa, Pak." Dua pria memahami kosakata yang sama. Kalimat Setya itu merupakan kode ala Senayan untuk menawarkan jasa pengalokasian anggaran proyek infrastruktur di suatu daerah.

Setya mengangguk-angguk. Ia berpesan agar Jefferson melanjutkan urusan anggaran ini dengan stafnya di Dewan. Pertemuan di restoran tanpa jamuan itu usai dengan cepat. Pada saat itu, Tomohon membutuhkan dana segar Rp 50 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan. Jefferson berharap dana bisa masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tomohon tahun berikutnya.

Sumber Tempo menyebutkan, setelah pertemuan tersebut, anggota staf wali kota termuda di Indonesia itu, ditemani seorang pengusaha asal Sulawesi Utara, beberapa kali menjalin kontak dengan Shely, anggota staf Setya. Dalam komunikasi disebutkan, Jefferson harus menyetor uang muka Rp 3 miliar, enam persen dari anggaran Rp 50 miliar yang akan dialokasikan. "Tak boleh kurang sedikit pun," kata sumber ini.

Menjelang tutup bulan, anggota staf Jefferson bersama pengusaha sponsor bertemu dengan Shely di ruang kerja Setya, lantai 12 Nusantara I Gedung DPR. Keduanya menenteng tas belanja berisi ratusan lembar dolar Amerika Serikat. Tak banyak cakap, tas itu berpindah tangan. Dan benar, belakangan Tomohon mendapat tambahan anggaran Rp 50 miliar dari pos dana percepatan pembangunan.

Jefferson, yang dua pekan lalu divonis sembilan tahun penjara dalam perkara korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan kini ditahan di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur, tak membantah atau membenarkan informasi itu. "Kamu tahu dari mana? Saya tak mau berkomentar," katanya.

Dihubungi Tempo, Shely menyangkal pernah menerima uang dari pengusaha atau staf pemerintah Tomohon. "Saya tidak tahu soal itu. Di DPR memang banyak gosip yang tak jelas," ujarnya. -Setya juga membantah bertemu dengan Jefferson dan menawarkan bantuan penempatan anggaran. "Tidak ada itu," katanya seusai kuliah umum di Universitas Lampung, Jumat pekan lalu.

Seorang pengusaha yang pernah dekat dengan Setya Novanto mengatakan peran Bendahara Umum Partai Golkar dalam mengegolkan anggaran untuk daerah sangat besar. Bahkan -Setya menjadi pintu masuk utama bagi mereka yang ingin meraup dana anggaran melalui jalur Partai Beringin. Dimintai komentar, Setya kembali membantah. "Saya tak ikut-ikutan. Tudingan itu aneh," ujarnya sambil berlalu.

Dugaan praktek percaloan anggaran di Dewan kembali dibicarakan setelah terbongkarnya perkara suap untuk Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam. Pada 21 April lalu, Wafid ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi karena menerima cek senilai Rp 3,2 miliar dari Direktur PT Duta Graha Indah Mohammad el-Idris, penggarap proyek wisma atlet SEA Games XXVI di Palembang. Mindo Rosalina Manulang, Direktur Marketing PT Anak Negeri yang mendampingi Mohammad el-Idris, juga ditangkap.

Setelah ditangkap, Rosalina, yang menjadi anak buah Muhammad Nazaruddin, pemilik Anak Negeri dan Bendahara Umum Partai Demokrat, menyebutkan uang untuk Wafid bakal dibagikan ke sejumlah anggota Komisi Olahraga Dewan. Belakangan, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, setelah berganti pengacara, Rosalina menyatakan tak mengenal Nazaruddin. Ia juga menyangkal dana bakal dibagikan ke Senayan.

Penyusunan anggaran memang merupakan lahan basah bagi anggota Dewan. Para "wakil rakyat" menggunakan proses persetujuan yang merupakan kewenangan mereka untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan penelusuran Tempo, banyak anggota Dewan menghubungi kepala-kepala daerah, menawari mereka anggaran tertentu, dan kemudian memotong 5-10 persen sebagai "fee". Uang ini harus dibayar di muka, tunai.

Proses serupa dilakukan dengan pengusaha untuk persetujuan anggaran pengadaan suatu barang. Tawar-menawar juga dilakukan untuk memutuskan pasal-pasal krusial dalam penyusunan suatu rancangan undang-undang (lihat "Bursa Pasal ala Senayan").


KISRUH IMPORT DAGING SAPI

Partai Putih di Pusaran Impor Daging


Sepanjang pekan lalu Prabowo Respatiyo Caturroso jarang pulang ke rumahnya di kawasan Serpong, Tangerang. Direktur Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian itu memilih ngumpet di rumah koleganya di Jakarta Selatan. Rupanya, Prabowo sedang menghindar dan kucing-kucingan dengan sejumlah importir daging sapi. Beberapa pemain impor daging terus mendesaknya agar segera mengeluarkan surat pemberitahuan pemasukan alias surat izin mengimpor. "Saya dijepit dari kiri dan kanan," kata Prabowo kepada Tempo lewat sambungan telepon pekan lalu.

Direktorat Jenderal Peternakan merupakan satu-satunya lembaga yang mengeluarkan kuota impor daging sapi. Selasa pekan lalu sejatinya batas terakhir bagi direktorat jenderal ini untuk menerbitkan surat izin mengimpor daging sapi jatah semester kedua 2011 kepada 55 importir. Tapi Prabowo baru menandatangani sebagian surat izin tersebut.

Berdasarkan cetak biru Kementerian Pertanian, pada 2011 impor daging sapi dipatok sebesar 72 ribu ton. Realisasi impor semester pertama telah mencapai 39 ribu ton. Menurut Prabowo, ada kemungkinan angka impor daging membengkak menjadi 93 ribu ton karena tingginya permintaan masyarakat. Tahun lalu, impor daging sapi menembus 119 ribu ton atau senilai Rp 5 triliun.

Bisnis daging impor memang lumayan menggiurkan. Seorang importir membeli daging impor dengan harga rata-rata Rp 40 ribu per kilogram. Di supermarket, pasar tradisional, atau perhotelan Indonesia, daging impor ini dijual Rp 60-70 ribu sekilo, tergantung jenis dan kualitasnya. Itu berarti margin keuntungan kotor sekitar Rp 30 ribu per kilogram atau ada jatah Rp 2-3,6 triliun buat semua pemain daging, mulai importir sampai pedagang eceran. Tak mengherankan jika kuota impor daging sapi menjadi rebutan pengusaha. Segala cara dikerahkan, termasuk mendatangkan daging impor secara ilegal.

Masalahnya, kata sumber Tempo, bukan hanya pengusaha yang tergiur gurihnya bisnis daging impor ini, tapi juga makelar. Sang calo berusaha mendekati Direktorat Jenderal Peternakan, meminta surat izin impor buat perusahaan tertentu. Bisik-bisik di kalangan importir daging, broker alias makelar tersebut bisa memperoleh komisi Rp 1.000-3.000 per kilo. Sekilas nilai komisi ini kecil. Tapi, lantaran jumlah impornya gede, miliaran rupiah bisa dikantongi. Praktek percaloan inilah yang membuat Prabowo memilih ngumpet.

Pemain daging yang menguber-uber Prabowo antara lain Basuki Hariman dan Tafakur Rozak Soedjo. Basuki adalah pemilik CV Sumber Laut Perkasa dan PT Impexindo Pratama. Ia sudah lama malang-melintang di Kementerian Pertanian. Tujuh tahun lalu, Basuki tersandung kasus pemalsuan. Daging asal India dikemas ulang, lantas dijual di dalam negeri sebagai daging Australia. Padahal impor daging hanya boleh dari Australia dan Selandia Baru (Tempo Edisi 14-20 Maret 2011: "Impor Renyah Daging Berjanggut").

Sumber Tempo mengungkapkan, Basuki bisa lolos karena merapat ke Suripto, anggota Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera. Basuki bisa mengenal bekas anggota Badan Koordinasi Intelijen Negara-kini Badan Intelijen Negara-itu lantaran bersahabat dengan Rozak Soedjo, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Alam Watch. Rozak bekerja satu atap dengan Suripto. "Ya, Rozak anak buah saya," kata Suripto kepada Tempo di Jakarta, Kamis pekan lalu. Suripto sudah lama bersahabat dengan Basuki setelah dikenalkan oleh Ustad Haris Thahir, Ketua Umum Dzikir SBY Nurussalam. Tapi Suripto membantah merekomendasi Basuki. "Saya tidak pernah meminta ini dan itu," ujarnya.

Namun, menurut sumber tadi, Prabowo merasa Basuki dan Rozak terus mengejarnya. Pada Senin dan Selasa pekan lalu, misalnya, mereka menunggu Prabowo di lantai enam gedung Direktorat Jenderal Peternakan, Jalan R.M. Harsono, Jakarta Selatan. "Mereka menunggu di ruangan staf Prabowo," ujarnya. Pada saat bersamaan, Prabowo merasa tekanan semakin kuat lantaran munculnya pemain baru, yakni Sengman Tjahja.

Menurut sumber Tempo, Sengman masuk melalui Ketua Majelis Syura PKS Ustad Hilmi Aminuddin. Perantara Sengman tak lain Ridwan Hakim-biasa dipanggil Iwan-anak keempat Hilmi Aminuddin.

Prabowo membenarkan semua cerita ini. "Ya, betul. Sengman diantar Iwan," ujarnya. Sejumlah pengusaha perdagingan berkerut mendengar nama Sengman. "Saya tak pernah dengar orang ini berbisnis daging," kata Budi Mulyono, seorang distributor daging. Benar. Sengman tak punya sejarah main daging. Sengman lebih banyak berbisnis retail dan properti di Sumatera Selatan (lihat "Malang Melintang di Palembang").

Jumat, 20 Mei 2011

Bakal Calon Walikota Tasikmalaya Dari PDIP

Denny Maju di Pilkada, Ade Ketua Tim Sukses

Email Cetak PDF
Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik
TASIK – Seluruh kader PDIP Kota Tasikmalaya sepakat untuk mengusung Denny Romdoni, ketua DPC PDIP Kota Tasikmalaya untuk maju menjadi calon wali kota Tasikmalaya pada Pilkada 2012. Sedangkan Wakil Bupati Ade Sugianto menyatakan kesiapannya menjadi Ketua Tim Sukses Denny.
“Kita berangkat dari ketidakberdayaan. Untuk itu saya sendiri akan maju dan siap bertarung menjadi calon wali kota pada Pilkada 2012 nanti. Seperti pada Musancab Kecamatan Mangkubumi beberapa waktu yang lalu, secara resmi seluruh pengurus PAC, ranting dan anak ranting secara bulat mendukung saya menjadi calon wali kota,” papar Denny dalam sambutan pembukaan Musyawarah Anak Cabang dan Musyawarah Ranting PDIP se Kecamatan Kawalu.
Lajut Denny, sebagai partai wong cilik, kader PDIP jangan merasa khawatir, karena sebentar lagi partainya wong cilik akan menjelma menjadi partai wong besar. Untuk itu bagi seluruh kader yang telah berhasil menduduki jabatan di legislatif, Denny berharap jangan merasa besar oleh usaha pribadi, karena para anggota legisltif itu besar karena PDIP.
“Jika saya terpilih menjadi wali kota, maka saya akan langsung mengundurkan diri dari keanggotaan saya di DPRD. Untuk kemenangan kita saya minta Wakil Bupati Tasikmalaya untuk menjadi tim sukses saya nanti,” pintanya.
Denny juga mengingatkan kepada seluruh kader PDIP yang hadir, bahwa kemenangan PDIP dalam Pilkada 2012 nanti adalah bukan tujuan utama yang akan diraihnya. Karena tujuan utama PDIP adalah kemenangan dalam pemilu legislatif pada tahun 2014.
Terkait permintaan Denny soal tim sukses, Wakil Bupati Ade Sugianto, ketika ditemui setelah acara pengkaderan menyatakan siap menjadi ketua tim suskses Denny. “Saya siap menjadi ketua tim sukses karena kita ini memiliki modal soliditas kader di bawah sampai anak ranting. Makanya kita memiliki peluang yang sangat besar untuk meraih kemenangan ini. Kalau tidak sekarang, masa harus menunggu kemenangan lima tahun ke depan lagi,” papar Ade yang juga ketua DPC PDIP Kabupaten Tasikmalaya ini.
Untuk menghindari kekalahan, salah satu pengurus DPD PDIP Jawa Barat Ir Rohman mengingatkan bahwa kedekatan partai dengan masyarakat adalah hal yang mutlak harus dijalankan. Langkah konsolidasi bisa dilakukan dengan mengajak keluarga terdekat, kemudian keluarga besar dan terus dilanjutkan dengan mengajak tetangga di sekeliling kader PDIP. “Maka jangan ngomong anggota PDIP jika tidak bisa mengajak istri, suami atau keluarga kita menjadi anggota partai kita!” tegasnya.
Dalam acara tersebut, hadir sebanyak 650 kader PDIP dari pengurus anak ranting, ranting dan PAC-se Kecamatan Kawalu, pengurus DPC PDIP dan anggota Fraksi PDIP. (asp)

Bakal Calon Walikota Tasikmalaya Dari PPP

Budi Siap Maju di Pilkada 2012

Email Cetak PDF
Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik

TASIK – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengaku siap untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Tasikmalaya tahun 2012.
“Sebagai kader partai saya harus siap (dicalonkan, red),” tegasnya saat wawancara dengan Radar Tasikmalaya TV, kemarin di sela-sela kegiatan PPP Jalan Santai Menuju Indonesia Sejahtera, di Alun-alun Kota Tasikmalaya.
Walau begitu, kata Budi untuk pencalonan nanti di Pilkada 2012, PPP memiliki mekanisme yang demokratis tentang penentuan calon yang akan maju.
“Saya siap saja (mencalonkan diri, red) kalau dianggap mampu menang di Pilkada 2012,” tegasnya saat menjawab tentang kesiapannya jika dipilih partainya nanti maju di Pilkada 2012.
Kata Budi, memang sesuai amanat Muscab III PPP bahwa memenangkan Pilkada 2012 merupakan target partainya.
Sementara itu target lainnya yang dicanangkan partai yang berlambang Ka’bah ini, kata Budi yakni memenangkan Pemilu 2014 dan menargetkan 12 kursi di DPRD Kota Tasikmalaya.
Untuk meraih target-target PPP itu, langkah awal yang akan diamblinya yakni melakukan konsolidasi internal partai, kemudian silaturrahmi dengan para ulama dan pondok pesantren. “PPP itu dibangun oleh para ulama maka sudah kewajiban saya untuk kembali ke para ulama dan tokoh masyarakat, “ terangnya.
JALAN SANTAI
Sementara itu dalam rangka Harlah PPP yang ke-38 dan Pelantikan Pengurus DPC PPP Kota Tasikmalaya periode 2010-2015, kemarin dilaksanakan jalan santai yang diikuti sekitar 15 ribu peserta.
Dalam acara tersebut, sebanyak 5 unit motor, 5 TV, 3 kulkas, 2 sepeda dan belasan hadiah lainnya dibagikan kepada para peserta. Hadiah-hadiah itu merupakan sumbangan pengurus PPP dan perusahaan-perusahaan.
Dalam acara yang dilaksanakan di Alun-alun Kota Tasikmalaya itu hadir juga Ketua DPW PPP Jawa Barat Drs H Nu’man Abdul Hakim, Wali Kota Tasikmalaya Drs H Syarif Hidayat MSi, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Drs H Otong Koswara dan undangan lainnya. (asp)

Bakal Calon Walikota Tasikmalaya Independen

Ade Siap Bawa Kota Tasikmalaya ke Arah Kemajuan
TASIK – Bakal calon wali kota untuk Pilkada 2012 dari independen mulai muncul. Dia adalah Ade Bainun Zain, ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Kontraktor Baja Ringan Indonesia (DPP Gapekbarindo).
Ade mengungkapkan keinginan menjadi wali kota karena beberapa pertimbangan. Di antaranya dia melihat pembangunan di Kota Tasik sangat lambat, karena tidak adanya program yang jelas bagi masyarakat. Akibatnya, kata Ade, pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya di Kota Tasik cenderung karut marut. “Kota ini sangat berpotensi menjadi kota besar dengan PAD yang besar pula, tinggal menggali potensinya,” beber Ade.
Lanjut Ade, seorang pemimpin daerah harus memiliki jiwa entrepreneurship di era otonomi daerah ini. Semangat tersebut harus dimiliki kepala daera guna meningkat pendapatan yang tinggi sehingga bisa mengakomodir aspirasi masyarakat. “Karena tidak mungkin mampu menyejahterakan rakyat apabila PAD-nya kecil,” tutur warga Perum Griya Asri Kencana, Cipedes.
Dalam kesempatan itu, Ade mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi sosial Kota Tasikmalaya. Tasik dianggap Kota Santri, tetapi inplementasinya belum terlihat sama sekali. Menurutnya, hal itu disebabkan kurang fokusnya pimpinan daerah dalam melakukan penataan kota. “Pemkot Tasik belum mampu me-manage zakat dengan dengan baik untuk kepentingan masyarakat miskin, padahal hal tersebut bisa dijadikan solusi mengentaskan kemiskinan,” tandas pria kelahiran Parung Kadongdong, Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya ini.
Ketidakfokusan pemerintah itu, lanjut Ade, diperparah dengan tidak adanya dorongan dan desakan yang kuat dari legislatif selaku pengawas eksekutif yang juga menjadi tumpuan masyarakat.
Dengan berbagai persoalan tadi, Ade menyatakan harus ada yang diubah di Kota Tasikmalaya ini. Karenanya, dia memantapkan diri mencalonkan diri sebagai wali kota dari independen. Dia ingin membawa perubahan yang signifikan demi kemajuan Kota Tasikmalaya. “Mohon doa restu, dengan independen saya yakin bisa menjawab keinginan rakyat,” tandasnya. (kim)

Senin, 16 Mei 2011

MEKAH


Mudah-mudahan niat beribadah haji ke mekah jadi kenyataan. amin