Senin, 25 April 2011

Politik Uang, Biang Kerok Jebloknya Suara PAN

Solo, CyberNews. Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menilai turunnya jumlah suara partainya akhir-akhir dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Di antara faktor yang paling krusial adalah lembeknya semangat kader untuk meningkatkan perolehan suara.

Namun, fakta yang paling berpengaruh atas penurunan jumlah suara adalah suburnya praktik politik uang di tubuh partai. Saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musda III PAN Surakarta dui Hotel Agas, Minggu (24/4). Amien memaparkan, praktik politik uang yang paling kentara terjadi di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Di dua wilayah itu, penurunan suara anjlog secara signifikan. Dikatakannya, kursi PAN di DPR RI dari 53 kursi turun menjadi 46 kursi. PAN di Jabar khususnya di Bandung yang pada saat reformasi mencapai 8 kursi, kini tinggal 1 kursi, dan di DKI tinggal 4.

"PAN telah mengalami kebangkrutan Apa sebabnya DKI, dan Jabar terjun bebas. Ketika muswil yang menang menyuap sana-sini dengan fulus (uang), dan Allah ternyata tidak ridho," kata Amien yang saat itu didampingi Sekjen PAN Taufik Kurniawan dan anggota DPR RI Muhammad Hatta dan Wali Kota Solo Joko Widodo.

Dimanapun lanjut dia, Amien sebagai sesepuh PAN selalu mengingatkan, kejadian di Jabar dan DKI tidak terjadi lagi, apalagi di Solo. "Kalau masih cinta PAN, yang membagi-bagikan duit uang diambil tapi jangan dipilih. Saya sebagai ketum, MPR, uang itu bisa merusak. Karena lembaran merah kantongi, tidak dipikirkan tetapi rekosone. Tolong, mbah amien menyampaikan ini," katanya.

Dengan mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, Amin mengatakan, barang siapa masa depannya sama dibandingkan masa kininya termasuk rugi, karena diberi rejeki dan kesehatan malah tidak maju. Tetapi kalau masa depan lebih buruk dari masa kini masa dibilang bangkrut.

( Budi Sarmun S / CN27 / JBSM )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar